Asal Usul Desa Putabangah
Sejarah Desa Putabangah yang berkembang dalam masyarakat selama ini berkembang dalam masyarakat muncul beberapa versi yang dapat kami rangkum sabagai berikut ini:
Banyak dan variatif keterangan yang diperoleh dari beberapa nara sumber /informasi mengenai sejarah desa Putatbangah . dari pengalian keterangan dan peristiwa yang ada dapat di rangkum menjadi sebuah sejarah yang dapat diabadikan, sehingga dapat difahami oleh masyarakat dan generasi yang akan datang mengenai asal usul desanya.Dahulu ada 3 desa , dimana jika ditinjau dari wilayah dan jumlah penduduk sangat sempit dan kecil, sehingga tidak memenuhi syarat di sebut sebagai desa bila berdasarkan peraturan yang ada sekarang. Tiga desa itu adalah Desa Magok , Desa Putatsapi , dan Desa Bonringin yang masing – masing dipimpin oleh seorang " Petinggi " sebutan pemimpin desa waktu itu. Agar bersatu dan besar maka para petinggi berinisiatif mempersatukan 3 desa tadi dengan kesepakatan siapa yang akhirnya terpilih menjadi " Petinggi " tidak boleh sombong dan semena – mena , dan siapa yang kalah tidak boleh kecewa dan menyesal.
SEJARAH DUSUN MAGOK
MAGOK adalah sebuah dusun di Desa Putatbangah Kecamatan Karangbinangun. Menurut sejarah awal mula letak dusun magok berada sekitar 200 meter kearah barat dari dusun magok sekarang, tepatnya diwilayah pertambakan mendolo. Dulunya adalah sebuah desa. Disana hidup beberapa warga dan seorang tokoh yang dikenal dengan nama mbah bakal. suatu hari beliau mengajak untuk melakukan kerja bakti tapi warga tidak mau akhirnya beliau berkata : “ WONG KOK MOGOK AE DIJAK NYAMBUT GAWE GAK GELEM.” Akhirnya tempat itu dinamakan magok. Tapi sebagian orang mengatakan asal mula nama magok adalah Suatu ketika beliau sedang mencari ikan dengan menggunakan peralatan yang disebut dengan WUWU ketika beliau sedang melompati kali untuk menyebrang beliau terjebak ke lumpurdan sulit keluar. Dalam bahasa beliau MOGOK (tidak bisa bergerak) sehingga dengan kejadian ituoleh warga digunakan untuk menamai tempat itu dengan nama MAGOK. Menurut sejarah lokasi beliau terjebak adalah disebelah selatan makam beliau yang sekarang. Untuk merubah warga agar lebih baik dan berkembang maka beliau menetap di sekitartempat beliau terjebak lumpur tadi. Dan akhirnya warga mengikuti beliau untuk berpindah.maka lokasi magok yang sekarang inilah magok yang menurut beliau punya harapan baik. Mbah Bakal merupakan seorang tokoh yang memiliki keistemewaan / karomah. Diantara karomah beliau pada zaman penjajahan belanda desa magok yang beliau tempati bersama warga tidak terkena serangan penjajah dikarenakan magok tidak tampak sebuah desa tapi yang terlihat adalah sebuah hutan atau sebuah laut. Dan untuk mengenang jasa jasa beliau mulai tahun 1992 diadakan Haul beliau yang pertama atas inisiatif tokoh Agama yang bernama KH MAHFUDZ AZIZ, dan menurut beliau nama asli mbah bakal adalah MBAH WIRO HUSEN beliau adalah salah satu santri kanjeng SUNAN DERAJAT.
SEJARAH DUSUN PUTATREJO
PUTATREJO adalah salah satu dusun di Desa Putatbangah Kecamatan Karangbinangun, yang dulunya adalah sebuah desa yang bernama PUTATSAPI yang letaknya 1 km keselatan dari dusun yang sekarang yang tepatnya disekitar SDN PUTATBANGAH.
Asal mula nama tersebut karena disana itu banyak dijumpai tumbuh POHON PUTAT (Barringtonia spp) yang sebagai tambatan tali sapi jika digembalakan sehingga dinamakan PUTATSAPI.Karena perkampungan Putatsapi dianggap tidak bisa berkembang secara geografis maka para sesepuh merintis mulai tahun 1961 untuk pindah ke wilayah sebelah utaranya (1 km) dari wilayah yang dulu, dan pada tahun 1964 nama Putatsapi diganti dengan nama PUTATREJO. Dengan harapan nantinya menjadi sebuah perkampungan yang ” Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Raharjo” (sejahtera). Alkisah menurut Gus Muhammad Ali Wafa’ Abdurrohman dari Malang yang membabat wilayah (mbah cikal bakal) putatsapi adalah Buyut IBROHIM dari Madiun, beliau adalah seorang pendekar kenamaan yang mempimpin perguruan besar. Beliau mengembara sampai ke wilayah ini karena untuk menyembunyikan jati dirinya dari para pendekar lain juga ingin menenangkan diri dari dunia ramai/persilatan. Beliau membabat wilayah putatsapi ditemani oleh mbah jasman, istri beliau bernama mbah Zaenab, sekitar zaman Kerajaan Mojopahit . Makam beliau diketemukan dimakam yang pertama yang disebut makam Jabang Bayi oleh Gus Ali pada bulan Ramadhan 1436 H, sekarang dipindah kepemakaman umum (utara) Dusun Putatrejo. dan untuk mengenang jasa jasa beliau maka dibangunlah sebuah Pesarehan dan mulai tahun 2014 bertepatan tanggal 5 Robiulawwal 1436 H diadakan Haul yang pertama kalinya.
SEJARAH DUSUN BONRINGIN
BONRINGIN adalah salah satu dusun di Desa Putatbangah Kecamatan Karangbinangun. Dusun Bonringin sebenarnya terletak disawah njero 200 m sebelah selatan dari dusun yang sekarang, dulunya bernama Desa Kebon Agung. Pada waktu penjajahan belanda desa ini tidak tersentuh oleh penjajah karena letaknya dipedalaman (sawah njero) sehingga sulit dicari keberadaanya. Sekitar tahun 1941 desa tersebut pindah dari pedalaman kepinggir jalan, dan ditempat tersebut terdapat pohon beringin yang sangat besar dan rindang sehingga jika berteduh dibawahnya terasa sejuk. Dan akhirnya pohon tersebut jadilah tetenger sebuah nama desa yang baru yaitu : BONRINGIN. Dengan harapan agar Jadi Sebuah Desa Yang Besar Dan Sebagai Tempat Tinggal Yang Sejuk. Menurut seorang Kyai dari Jember yakni KH JUWARI dan Alm. KH MAHFUDZ AZIZ, yang membabat wilayah Kebonagung/Bonringin adalah MBAH MUNIROH beliau seorang wanita yang berasal dari Krapyak Jogyakarta, makam beliau berada dibelakang masjid. Dan untuk mengenang jasa jasa beliau setiap tahun diadakan Haul.
Kembali ke Sejarah Desa, Dengan niat baik dan konsekwensi terhadap kesepakatan itu, akhirnya pada tahun 1921 dilaksanakan " Pemilihan Petinggi I " dari Desa Magok mencalonkan Nasir , dari Desa Putatsapi mencalonkan Ngatibin dan dari Desa Bonringin mencalonkan Sarut dan akhirnya yang terpilih adalah calon dari Desa Magok yaitu bernama Nasir.
Belum selesai sampai disini sebab nama desa gabungan ini belum dibicarakan sebelumya. Pikiran tercurah kepada " apa yang dijadikan tetenger untuk nama desa ini ? ," sedapat mungkin sesuatu yang ada di tiga desa tadi agar mencerminkan " Ikatan lahir bathin yang kuat dan kokoh dan tidak merasa ada yang ditinggalkan".
Karena yang ada di tiga lokasi desa tadi adalah pohon " PUTAT " maka disepakati desa ini diberi nama " PUTATBANGAH "
PUTAT : (Barringtonia spp) Adalah pohon tinggi dan rindang yang waktu itu tumbuh subur di 3 (tiga ) Desa itu , dan ;
BANGAH : Adalah perasaan riang , gembira dan bahagia masyarakat karena terwujudnya impian bersatunya 3 desa tersebut yang kemudian dilambangkan dengan bungah Putat yang indah berseri.
Tidak hanya Manusia saja yang riang gembira , Sapi yang waktu itu merupakan ternak yang sebagai binatang peliharaan dan mata pencaharian penduduk saat itu pun ikut bersuka ria dengan suara khasnya " HEMMAAH "
Akhirnya Desa Putatbangah di pimpin oleh seorang Kepala Desa yang membawai 3 Dusun yaitu :
- Desa Magok ( sekarang bernama Magok Indah )
- Desa Putatsapi ( sekarang bernama Putatrejo )
- Desa Bonringin
Ketiga dusun tersebut letaknya sangat berjauhan antara dusun yang satu dengan dusun yang lainnya. Tiap dusun di pimpin oleh seorang Kepala Dusun yang di bantu oleh Bayan dan Kamituo serta lembaga lain. Mereka semua menjalankan fungsinya masing – masing dengan baik. Sebagai imbalan dari pelayanan mereka , masyarakat menyediakan lahan sawah untuk diberikan kepada mereka ( sawah ganjaran/ tanah bengkok ).